Secret admirer (pengagum rahasia). Pernahkan teman-teman menjadi pengagum rahasia? hem.. sulit memang. Menjadi secret admirer itu sangat tidak menyenangkan. Mengagumi seseorang, tetapi tidak bisa menyatakannya secara terbuka. Menjadi pengagum rahasia itu terkadang menyakitkan. Tetapi adakalanya juga menyenangkan. Disaat orang yang kita kagumi sedang bahagia pasti akan ikut bahagia. Apalagi ketika melihat kiraman bunga, ataupu surat kita disukainya, wah itu adalah hal yang paling membuat hati bahagia. Namun, ketika melihat seseorang yang kita dambakan itu dekat dengan orang lain hal itu akan menyisihkan rasa sakit dihati. Meski kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita, tetap aja enggak bisa sepenuhnya kita bahagia. Mungkin kita akan mengikhlaskannya dia dengan orang yang lebih baik dari kita. Tapi jika orang yang dipilih itu hanya sama saja dengan kita atau bahkan lebih kurang dari kita, yah rasanya kecewa. Nah sobat, ini adalah puisi tentang secred admirer yang dengan berbagai alasan tidak dapat menyatakan perasaannya itu kepada orang yang dikasihinya. Kasihan dia, tetapi hal itu adalah pilihan. Dan dia menyebut idolanya itu dengan sebutan mawar.
Seindah Bunga Mawar
Mawar…
rupamu nan menawan
aromamu nan menggoda
slalu beri ku rasa nyaman
Mawar, kau elok tampak
mencolok
jelita bak bunga firdaus
Mawar, kau gagah dengan
duri pelindung
kau lembut dengan wangi
yang menyanjung
Mawar, rautmu nan ceria
penghilang hati nan lara
peluruh jiwa nan murka,
Mawar, kau pemikat kalbu
memandang mu tak pernah
buatku jemu
Mawar, cantikmu
menggelitik
selalu membuat hati ingin
melirik
Mawar, ku suka kau tanpa
cela
tak pernah ku pandang kau
sebelah mata
Mawar, kau pantas jadi
idola
bagi semua insan yang
bermata
Mawar disini ku rasa hina
melihatmu sebagai sosok
yang sempurna
Mawar aku hanyalah seekor
kepik
makhluk kecil, tak
berdaya pun menarik
Mengagumimu sbagai
anugrah dari Yang Satu
tlah buat ku bersyukur karna
bisa memandangimu
Mawar, tak pernah sedikitpun
ku coba tuk mengganggu
meski mungkin kau tak
suka kehadiranku
Mawar, engkau sangatlah
menarik
tetapi engkau tak mudah
jua tuk dipetik
Ku ingin slalu ada di
sekitarmu
meski tiada nyali tuk dekatimu
Mawar, durimu sangat
tajam
aku takut runcingnya kan
menghujam
Kau makhluk indah nan
perkasa
sedang aku makhluk kecil
yang tiada sempurna
Mawar, waktu tlah berlalu
tapi wajahmu tak
sedetikpun enyah dari benakku
suaramu slalu terngiang
di telingaku
dan aromamu slalu tercium
di sekelilingku
Mawar ku takut kau
membenciku
meski mungkin kau juga
tak pernah mau tuk mengenalku
Mawar, sempat ku merasa
iri
melihat kupu-kupu nan
elok berseri
beterbangan, hinggap tuk
mengambil sari
Mawar, aku memang tak
secantik kupu-kupu
sayap lebar tuk mengepak
pun merayu
Mawar, ku suka kau
semenjak dulu
kala itu baru pertama
kita bertemu
Kini, masa tlah bergulir
menggiring ku bersama
angin yang semilir
Semua tlah berbeda
tapi bayang mu tak segera
hilang jua
Ingin ku lupakan dirimu
wahai juwita
namun hati tlah terkunci
kau penuhi relung ini
namamu pun tlah kuat terpatri
tak sanggup ku hapus
meski ku ingin
tak bisa ku lupa meski ku
tlah berusaha
Yang bisa ku lakukan kini
terbang menjauh meski
slalu ingin kembali
Mawar, kini ku acuh
padamu
memang itu tak ku ingkari
tapi begitu bukan berarti
ku tak peduli
karena sebenarnya mawar
aku hanya ingin menjaga
agar hatiku tiada berlari
Mawar, meski kini kau tak
tahu
bahkan sampai nanti kau
tak akan pernah tahu
Ku kan slalu menjadi
pengagummu
meski banyak kupu-kupu
cantik
meski banyak
kumbang-kumbang mengelilingimu
aku akan slalu menunggu
meski embun tak lagi
menyapaku di pagi hari
dan meski pelangi tak
lagi tersenyum padaku kala hujan terhenti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar