Rabu, 07 Mei 2014

Secret Admirer

Secret admirer (pengagum rahasia). Pernahkan teman-teman menjadi pengagum rahasia? hem.. sulit memang. Menjadi secret admirer itu sangat tidak menyenangkan. Mengagumi seseorang, tetapi tidak bisa menyatakannya secara terbuka. Menjadi pengagum rahasia itu terkadang menyakitkan. Tetapi adakalanya juga menyenangkan. Disaat orang yang kita kagumi sedang bahagia pasti akan ikut bahagia. Apalagi ketika melihat kiraman bunga, ataupu surat kita disukainya, wah itu adalah hal yang paling membuat hati bahagia. Namun, ketika melihat seseorang yang kita dambakan itu dekat dengan orang lain hal itu akan menyisihkan rasa sakit dihati.  Meski kebahagiaannya adalah kebahagiaan kita, tetap aja enggak bisa sepenuhnya kita bahagia. Mungkin kita akan mengikhlaskannya dia dengan orang yang lebih baik dari kita. Tapi jika orang yang dipilih itu hanya sama saja dengan kita atau bahkan lebih kurang dari kita, yah rasanya kecewa. Nah sobat, ini adalah puisi tentang secred admirer yang dengan berbagai alasan tidak dapat menyatakan perasaannya itu kepada orang yang dikasihinya. Kasihan dia, tetapi hal itu adalah pilihan. Dan dia menyebut idolanya itu dengan sebutan mawar.




Seindah Bunga Mawar

Mawar…
rupamu nan menawan
aromamu nan menggoda
slalu beri ku rasa nyaman
Mawar, kau elok tampak mencolok
jelita bak bunga firdaus
Mawar, kau gagah dengan duri pelindung
kau lembut dengan wangi yang menyanjung
Mawar, rautmu nan ceria
penghilang hati nan lara
peluruh jiwa nan murka,
Mawar, kau pemikat kalbu
memandang mu tak pernah buatku jemu
Mawar, cantikmu menggelitik
selalu membuat hati ingin melirik
Mawar, ku suka kau tanpa cela
tak pernah ku pandang kau sebelah mata
Mawar, kau pantas jadi idola
bagi semua insan yang bermata

Mawar disini ku rasa hina
melihatmu sebagai sosok yang sempurna
Mawar aku hanyalah seekor kepik
makhluk kecil, tak berdaya pun menarik
Mengagumimu sbagai anugrah dari Yang Satu
tlah buat ku bersyukur karna bisa memandangimu
Mawar, tak pernah sedikitpun ku coba tuk mengganggu
meski mungkin kau tak suka kehadiranku
Mawar, engkau sangatlah menarik
tetapi engkau tak mudah jua tuk dipetik
Ku ingin slalu ada di sekitarmu
meski tiada nyali tuk dekatimu
Mawar, durimu sangat tajam
aku takut runcingnya kan menghujam
Kau makhluk indah nan perkasa
sedang aku makhluk kecil yang tiada sempurna

Mawar, waktu tlah berlalu
tapi wajahmu tak sedetikpun enyah dari benakku
suaramu slalu terngiang di telingaku
dan aromamu slalu tercium di sekelilingku
Mawar ku takut kau membenciku
meski mungkin kau juga tak pernah mau tuk mengenalku
Mawar, sempat ku merasa iri
melihat kupu-kupu nan elok berseri
beterbangan, hinggap tuk mengambil sari
Mawar, aku memang tak secantik kupu-kupu
sayap lebar tuk mengepak pun merayu
Mawar, ku suka kau semenjak dulu
kala itu baru pertama kita bertemu
Kini, masa tlah bergulir
menggiring ku bersama angin yang semilir
Semua tlah berbeda
tapi bayang mu tak segera hilang jua
Ingin ku lupakan dirimu wahai juwita
namun hati tlah terkunci
kau penuhi relung ini
namamu pun tlah kuat terpatri
tak sanggup ku hapus meski ku ingin
tak bisa ku lupa meski ku tlah berusaha
Yang bisa ku lakukan kini
terbang menjauh meski slalu ingin kembali
Mawar, kini ku acuh padamu
memang itu tak ku ingkari
tapi begitu bukan berarti ku tak peduli
karena sebenarnya mawar
aku hanya ingin menjaga agar hatiku tiada berlari
Mawar, meski kini kau tak tahu
bahkan sampai nanti kau tak akan pernah tahu
Ku kan slalu menjadi pengagummu
meski banyak kupu-kupu cantik
meski banyak kumbang-kumbang mengelilingimu
aku akan slalu menunggu
meski embun tak lagi menyapaku di pagi hari
dan meski pelangi tak lagi tersenyum padaku kala hujan terhenti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar