Assalamualaikum sobat J,
perkenankan saya bercerita tentang aktivitas hari kemaren. Karena pada semester
ini jadwal kuliah dimulai dari jam 07.00, maka saya harus menembus dinginnya
kabut di pagi hari. Setidaknya, jam 06.00 saya sudah harus capcuss ke kampus.
Apalagi kemarin adalah Hari Rabu. Kuliah jam pertama adalah Penelitian
Pendidikan. Jadi nggak boleh terlambat, bisa-bisa nanti nggak boleh masuk
kelas.
Jam pertama telah
selesai, tetapi masih harus menunggu 3 jam lagi untuk kuliah kedua. Mumpung ada
waktu yang cukup lama, saya dan teman-teman tak menyia-nyiakannya. Kami gunakan
waktu itu dengan mengerjakan tugas kelompok yang mulai menumpuk. Setelah
bertegang-tegangan dan ketawa-ketiwi geli menunggu undian tugas yang harus
dikerjakan, akhirnya sekitar jam 10.00 saya sudah free dari kegiatan ngerjain tugas. Tapi bukan berarti udah selesai
semua lho ya. Masih banyak yang harus dikerjakan di rumah nantinya.
Teman saya yang pinter
dan manis yang pagi itu tampak begitu galau (mungkin karena kebanyakan kegiatan
kali ya, atau karena masih merasa kurang sibuk) itu mengajak saya ke kantin
untuk makan. Kira-kira satu jam lah kami nongkrong di kantin. Sebenernya saya
pengen jalan-jalan ke luar kampus, tetapi karena cuaca siang ini hot bingit,
yah dipending aja deh. Kami berdua pun kembali ke pendopo kampus. Kami sengaja
agak menyendiri di tepi pendopo menghadap lapangan hijau. Nggak pengen
terkontaminasi sama tugas kata temenku yang satu ini, hehehehe.
“Saat kau tak ada atau
kau tak di sini terpenjara sepi ku nikmati sendiri….” Hehehe, saya hanya bisa
tertawa geli mendengar si cantik di sebelah nyanyiin lagunya Ajeng. “Haduh,
suasananya nggak mendukung nih, cuaca terang benderang bahkan panas bingit kok
nyanyinya galau bingit kan gak cucok”. Sontak kami tertawa geli. Namun tak lama
kemudian, rekan-rekan HIMA datang untuk membicarakan sesuatu. Silahkan
selesaikan tugas masing-masing, saya akan setia menunggu di sini.
Sambil mengotak-atik HP,
mata saya patrol ngeliat Bu Dosen udah masuk belum ya? Entah kenapa hari ini
serasa males masuk kuliah ini. Efek panas kali ya, nungguinnya kelamaan juga.
Akhirnya urusan dengan anak HIMA kelar. Kami kembali berdua duduk di tepi
pendopo yang mulai panas.
Meski sudah hampir jam
11.30, kami masih enggan masuk kelas. Tumben-tumbenan nih, padahal biasanya
masuk jauh sebelum dosen masuk dan milih tempat duduk paling nggak ya di baris
depan. Tapi siang ini beda banget. Ketika yang lain dengan terburu-buru masuk
kelas kami berdua malah asyik ketawa-ketiwi di pendopo. Mencoba menebak-nebak
apa yang dilakukan temen-temen cowok yang tiba-tiba berhenti beberapa saat di
depan kolam ikan. “Segitu seriuskah mereka mengamati ikan-ikan di kolam?” Entah
apa yang kami pikirkan saat itu. Hal-hal yang wajar pun bisa jadi sesuatu yang
menggelikan. Tiba-tiba mata saya nyangkut di tanaman benalu. Maksudnya bukan
mata saya lho ya ang nyangkut. Tetapi, tanaman benalu yang tumbuh di pohon yang
tumpuh didepan kami duduk. “Ah benalu, keterlaluan kau, udah hidupnya nemplok,
makan juga ngambil dari inang. Udah itu kenapa kamu gak mau panas-panasan,
memilih tempat yang teduh di batang bawah. Hemm, nyari enaknya aja kau”. Si
Cantik di sebelah pun tertawa, yah mungkin dia pikir saya lagi setengah. Heehe
^_^
Nggak tahu lagi asyik
ngebanyol, eh mata kami melihat seorang dosen berbaju ungu berjalan menyusuri
koridor. “Haa, Bu Nuuuuur…. Kami berdua kaget dan langsung kabur menuju kelas.
Kami berlari menyeberangi lautan rumput hijau, di tengah terik mentari. Meski
terengah-engah, kami tak bisa menghentikan tawa yang terus terlukis di wajah.
Ambil ancang-ancang, buka pintu dan hyaaaa… tadinya sih pengen nyari tempat
duduk di belakang, tapi ternyata udah penuh. Ya udah lah, dengan agak sedikit
terpaksa ya harus terima “DUDUK DEPAN”. Sebenernya udah biasa sih. Okelah.. J
Ketika dosen udah masuk,
eits baru sadar, ternyata bros kesayangan jatuh waktu lari-larian. Yah nggak
papa lah bisa beli lagi, tapi kan saya harus megangin jilbab sampe kuliah
kelar. Yah, it’s oke J
Kuliah kelar, cuss lanjut
ngerjain tugas lagi. Tepatnya diskusi sama temen-temen gitu deh di kelas. Karena
terlalu riuh, kami pun pindah ke gazebo. Di sini hot bingit.. Tapi entah kenapa
lagi blank nih, ga ada ide. Suruh
usul ga bisa, tapi giliran suruh mencari kelemahan-kelemahan ide temen nyerocos
aja. Ampe ada yang bilang saya mirip penguji skripsi yang terus memberondong
mahasiswa dengan pertanyaan-pertanyaan berkesan menyudutkan. Hee, maaf deh,
bukan maksud L.
Salah satu teman saya
ternyata ada yang sakit. Biasalah cewek,
hari pertama. Dia pucet banget, trus tiba-tiba tangannya kram. Aduh, kasihan
banget deh. Teman-teman yang lain pun buru-buru ngebantuin. Ada yang mijitin,
ngolesin *****care, ada juga yang pengen minta kunci UKS. Tapi sayangnya saya
hanya bisa nemenin. L PR deh buat saya. tapi Alhamdulillah ada dokter yang lagi ngadain
layanan kesehatan di pendopo. Karena teman saya ini nggak mau di ajak ke
pendopo, jadi dokternya deh yang suruh nyamperin. Tapi it’s ok. Dokter datang
dan teman saya segera ditangani. Sedangkan, teman saya (mbak cantik) tadi
dengan sigapnya mencarikan teh hangat dan roti untuk teman saya yang sakit itu.
Salut deh sama dia J.
Singkat cerita teman saya
sembuh dan diskusi selesai. Kami pun pulang ke rumah masing-masing. Ya iya lah,
masa pulang ke rumah orang lain %) cuaca masih sangat panas ketika saya
berkendara. Tak perlu tancap gas cepat-cepat karna memang jalanan begitu sesak
oleh kendaraan. Paling nggak suka tuh liat orang nerobos lampu merah. Hem, mbok
ya eling. Mematuhi tata tertib itu kan juga demi keselamatan diri sendiri,
bukan untuk menyenangkan polisikan? Tapi ya sudah lah. Nggak mungkin saya
ngingetin orang-orang di jalan. Keselamatan adalah pilihan. Tetapi jika ada
yang lebih memilih kecepatan ya terserah. Cuman, tindakannya itu tak hanya
mengancam dirinya sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan orang lain.
Ok, lanjut ke perjalanan
saya. Sampai di daerah Prambanan, air pun mulai menitik. saya lihat kira-kira
300 meter di depan sana sudah hujan. Saya pun memakai mantol biar nggak kuyup
banget. Hujan makin deras dan angin bertiup lumayan kencang. Harus jaga
keseimbangan nih. Maklum saya termasuk orang-orang yang bisa dibilang mini.
Kalau sampe kabur terbawa anginkan nggak lucu.
Sesampainya dirumah basah
kuyup deh, karna mantol ga bisa menutupi seluruh badan. Terutama tangan saya. Segera
saya mencari kehangatan. Berr…. Masih dingin aja. Saya pikir lebih baik saya
sembunyi saja di bawah selimut. Benar saja setelah saya bersembunyi si dingin
tak bisa mengganggu saya lagi. Dan saya rasa cukup sekian unuk cerita saya hari
ini. Kapan-kapan di sambung lagi. Sampai jumpa sobat, Assalamualaikum.. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar