Rabu, 05 November 2014

“Akeelah and The Bee”



Biarkan Potensimu Menerangi  Dunia

Film “Akeelah and The Bee” merupakan salah satu film keluarga yang sangat memotivasi. Film ini mengisahkan perjuangan Akeelah Anderson, seorang anak berusia 11 tahun dalam mengikuti spelling bee (suatu perlombaan mengeja kata dalam bahasa Inggris). Akeelah adalah seorang anak perempuan berkulit hitam yang bersekolah di salah satu distrik di negara bagian Los Angeles, Amerika Serikat. Ayahnya meninggal ketika Akeelah masih balita. Ibunya bekerja di sebuah rumah sakit dan terlalu sibuk untuk mengurus keempat anaknya. Ibu Akeelah sangat otoriter terhadap anak-anaknya, sangat ketat dan tidak pernah mendengarkan keluh kesah mereka. Akeelah merasa tidak pernah dihargai. Oleh karena itu, Akeelah tumbuh tanpa rasa percaya diri. 
Sumber gambar:
Di sekolah, Akeelah merupakan siswa yang cerdas. Kepergian ayahnya membuat Akeelah sedih dan menangis sepanjang hari. Sejak saat itu Akeelah mulai belajar mengeja dan terus mengeja untuk menghibur diri.   Itulah mengapa Akeelah Selalu mendapat nilai bagus untuk pelajaran Bahasa Inggris, terutama untuk spelling (mengeja). Namun lingkungan sekolah yang minim fasilitas dan teman-teman yang selalu ingin memanfaatkan dirinya membuat Akeelah merasa tidak nyaman. Sehingga, Akeelah seringkali membolos, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, dan tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada bidang apapun.
Suatu hari, Kepala sekolah merekomendasikan Akeelah untuk mengikuti spelling bee. Pada awalnya Akeelah tidak berminat dengan perlombaan tersebut meskipun kepala sekolah telah membujuknya. Namun, berkat bujukan dan dorongan dari sang kakak akhirnya Akeelah mau mengikuti audisi perlombaan tersebut. Kepala sekolah memperkenalkan Akeelah dengan Dr. Joshua Larabee, ketua Departemen Bahasa Inggris di UCLA.  Dr.Larabee mengetahui bahwa Akeelah memiliki potensi yang bagus dalam mengeja. Dr.Larabee yakin jika terus berlatih, Akeelah mampu untuk maju ke perlombaan tingkat nasional. Dr.Larabee lah yang mampu menumbuhkan percaya diri Akeelah dan menjadi pelatihnya.
Akeelah berjuang dengan keras untuk dapat memenangkan perlombaan. Akeela harus menghafal dan mengeja sekitar 5000 kata untuk mempersiapkan perlombaan di tingkat nasional. Akeela sempat dijauhi sahabat baiknya karna dianggap terlalu sibuk mengeja dengan teman-teman barunya. Akeela juga sempat terpuruk karena Dr. Laarabee sempat berhenti melatihnya. Ibu Akeela yang sempat melarangnya mengikuti perlombaan pun memberikan motivasi dan menawarkan diri untuk menjadi pelatih. Ibunya juga mengatakan bahwa Akeelah tidak hanya bisa mendapatkan seorang  pelatih, akan tetapi 50.000 pelatih dapat didapat dari orang-orang di sekelilingnya. Dari perjuangan keras dan bantuan Dr.Larabee, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya,  serta Javier dan Dylan, dua anak dari sekolah swasta yang juga lolos dalam audisi di tingkat distrik, akhirnya Akeelah berhasil menjadi pemenang spelling bee tingkat nasional  di tahun itu bersama-sama dengan Dylan.
Menurut Gardner, setiap orang memiliki multiple intelligences (beberapa kecerdasan), antara lain kecerdasan linguistic, logic matematik, kinestetik, visual spasial, naturalis, musical, interpersonal, dan kecerdasan intrapersonal. Hal itu bearti bahwa setiap orang memiliki potensi yang sama untuk menjadi sukses. Akan tetapi, tidak semua orang dapat mengetahui potensi atau kecerdasan apa yang menonjol dari dirinya, apa kelebihan, dan apa kekurangannya. Orang yang dapat mengetahui potensi dirinya sendiri pun tidak semua bisa  mendapat kesempatan untuk memanfaatkan potensi tersebut. Bahkan, tidak sedikit orang yang memiliki kesempatan, tetapi tidak mau memanfaatkan kesempatan itu dengan berusaha lebih giat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sebagian orang merasa takut untuk mencoba mengembangkan potensinya. Mereka takut membuktikan bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang lebih, terlalu takut dengan risiko yang harus ditanggung jika gagal melakukannya, maupun takut dengan pandangan orang terhadap dirinya. Padahal jika mau, seseorang mampu untuk melakukan semua hal yang diinginkan. Seperti pepatah “dimana ada kemauan di situ ada jalan”. Jika seseorang giat dan berusaha dengan sebaik-baiknya, maka apapun yang dicita-citakan akan dapat diraih, dan mimpi-mimpi pun akan menjadi kenyataan. Jika seseorang mau mengasah potensi yang dimiliki sebaik-baiknya maka akan menghasilkan prestasi yang luar biasa.
Keberhasilan seorang anak tentu tidak lepas dari bantuan orang-orang di sekitarnya. Seperti Vygotsky yang berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini, orang-orang terdekat sangat mempengaruhi apakah anak akan berkembang atau tidak. Semakin dini anak distimulasi dan didorong, maka anak akan semakin dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Akeelah yang sejak balita mulai mengeja, sadar bahwa dirinya memiliki potensi atau kecerdasan berbahasa yang sangat baik terutama dalam mengeja. Namun karena lingkungannya yang kurang mendukung dan tidak peduli membuat Akeela tidak percaya diri untuk mengikuti spelling bee. Teman-temannya selalu mengejek dan mengatakan bahwa Akeelah tak sepintar orang-orang yang berkulit putih. Bahkan ibunya pun melarang Akeela untuk mengikuti perlombaan tersebut. Akan tetapi, dengan kutipan yang dikenalkan oleh Dr. Laarabee mampu menumbuhkan percaya diri Akeela. Apalagi setelah berhasil lolos di tingkat distrik, Akeelah semakin sadar bahwa dia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan berusaha keras dan dukungan yang didapat dari orang-orang di dekatnya Akeelah membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi pemenang. Akeelah membuktikan bahwa orang berkulit hitam pun memiliki potensi yang sama dengan orang-orang berkulit putih. Setiap orang memiliki potensi yang sama untuk menjadi pemenang tanpa mengenal warna kulit maupun suku bangsa.
Kutipan yang sangat menarik dalam film “Akeelah and The Bee (2006)”, ini adalah:
 “Our deepest fear is not that we are inadequate
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure
We ask our selves, ‘Who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?’
Actually, who are you not to be?
We were born to make manifest, the glory of God that is within us
And as we let our own light shine, we unconsiously give other people permission to do the same.”
Hal ini berarti bahwa kita diberkahi oleh Tuhan dengan potensi yang luar biasa. Kita ingin menjadi seperti apa, kita sendiri yang menentukannya. Kemampuan bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Kita memiliki kesempatan yang sama  untuk melakukan sesuatu. Jika kita tidak takut untuk mencoba, maka kita mampu melakukan apapun yang kita inginkan. Jika kita mau berusaha, kita bisa menjadi orang yang brilian, cantik, berbakat, dan menjadi orang hebat. Oleh karena itu, seperti halnya Akeela, marilah kita kembangkan potensi yang kita miliki, manfaatkan kesempatan yang ada, dan tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa. Potensi membuatmu bersinar, dan biarkan sinarmu menerangi dunia. Let your own light shining the world!

1 komentar:

  1. Harrah's Resort Atlantic City - Dr. Maryland
    Harrah's Resort 울산광역 출장안마 Atlantic City is 구리 출장샵 conveniently located at the Boardwalk, and 전주 출장샵 it's not difficult to see why. The casino has over 전라남도 출장마사지 2,000 slot machines, which 목포 출장안마 make up the largest

    BalasHapus