Biarkan
Potensimu Menerangi Dunia
Film “Akeelah and The Bee” merupakan salah satu film
keluarga yang sangat memotivasi. Film ini mengisahkan perjuangan Akeelah Anderson, seorang anak berusia
11 tahun dalam mengikuti spelling bee (suatu perlombaan mengeja
kata dalam bahasa Inggris). Akeelah adalah seorang anak perempuan berkulit
hitam yang bersekolah di salah satu distrik di negara bagian Los Angeles,
Amerika Serikat. Ayahnya meninggal ketika Akeelah masih balita. Ibunya bekerja
di sebuah rumah sakit dan terlalu sibuk untuk mengurus keempat anaknya. Ibu
Akeelah sangat otoriter terhadap anak-anaknya, sangat ketat dan tidak pernah
mendengarkan keluh kesah mereka. Akeelah merasa tidak pernah dihargai. Oleh
karena itu, Akeelah tumbuh tanpa rasa percaya diri.
![]() |
| Sumber gambar: |
Di sekolah, Akeelah merupakan siswa yang cerdas. Kepergian
ayahnya membuat Akeelah sedih dan menangis sepanjang hari. Sejak saat itu Akeelah
mulai belajar mengeja dan terus mengeja untuk menghibur diri. Itulah
mengapa Akeelah Selalu mendapat nilai bagus untuk pelajaran Bahasa Inggris,
terutama untuk spelling (mengeja). Namun lingkungan sekolah yang minim
fasilitas dan teman-teman yang selalu ingin memanfaatkan dirinya membuat
Akeelah merasa tidak nyaman. Sehingga, Akeelah seringkali membolos, tidak
mengerjakan pekerjaan rumah, dan tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada
bidang apapun.
Suatu hari, Kepala sekolah merekomendasikan Akeelah untuk
mengikuti spelling bee. Pada awalnya Akeelah
tidak berminat dengan perlombaan tersebut meskipun kepala sekolah telah
membujuknya. Namun, berkat bujukan dan dorongan dari sang kakak akhirnya
Akeelah mau mengikuti audisi perlombaan tersebut. Kepala sekolah memperkenalkan
Akeelah dengan Dr. Joshua Larabee, ketua Departemen Bahasa Inggris di
UCLA. Dr.Larabee mengetahui bahwa
Akeelah memiliki potensi yang bagus dalam mengeja. Dr.Larabee yakin jika terus
berlatih, Akeelah mampu untuk maju ke perlombaan tingkat nasional. Dr.Larabee lah
yang mampu menumbuhkan percaya diri Akeelah dan menjadi pelatihnya.
Akeelah berjuang dengan keras untuk dapat memenangkan
perlombaan. Akeela harus menghafal dan mengeja sekitar 5000 kata untuk
mempersiapkan perlombaan di tingkat nasional. Akeela sempat dijauhi sahabat
baiknya karna dianggap terlalu sibuk mengeja dengan teman-teman barunya. Akeela
juga sempat terpuruk karena Dr. Laarabee sempat berhenti melatihnya. Ibu Akeela
yang sempat melarangnya mengikuti perlombaan pun memberikan motivasi dan menawarkan
diri untuk menjadi pelatih. Ibunya juga mengatakan bahwa Akeelah tidak hanya
bisa mendapatkan seorang pelatih, akan
tetapi 50.000 pelatih dapat didapat dari orang-orang di sekelilingnya. Dari perjuangan
keras dan bantuan Dr.Larabee, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya, serta Javier dan Dylan, dua anak dari sekolah
swasta yang juga lolos dalam audisi di tingkat distrik, akhirnya Akeelah
berhasil menjadi pemenang spelling bee
tingkat nasional di tahun itu
bersama-sama dengan Dylan.
Menurut Gardner, setiap orang memiliki multiple intelligences (beberapa kecerdasan), antara lain kecerdasan linguistic, logic matematik, kinestetik, visual
spasial, naturalis, musical, interpersonal, dan kecerdasan intrapersonal. Hal itu
bearti bahwa setiap orang memiliki potensi yang sama untuk menjadi sukses. Akan
tetapi, tidak semua orang dapat mengetahui potensi atau kecerdasan apa yang
menonjol dari dirinya, apa kelebihan, dan apa kekurangannya. Orang yang dapat
mengetahui potensi dirinya sendiri pun tidak semua bisa mendapat kesempatan untuk memanfaatkan
potensi tersebut. Bahkan, tidak sedikit orang yang memiliki kesempatan, tetapi tidak
mau memanfaatkan kesempatan itu dengan berusaha lebih giat untuk mengembangkan
potensi yang dimiliki.
Sebagian orang merasa takut untuk mencoba mengembangkan
potensinya. Mereka takut membuktikan bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang
lebih, terlalu takut dengan risiko yang harus ditanggung jika gagal
melakukannya, maupun takut dengan pandangan orang terhadap dirinya. Padahal
jika mau, seseorang mampu untuk melakukan semua hal yang diinginkan. Seperti
pepatah “dimana ada kemauan di situ ada jalan”. Jika seseorang giat dan
berusaha dengan sebaik-baiknya, maka apapun yang dicita-citakan akan dapat
diraih, dan mimpi-mimpi pun akan menjadi kenyataan. Jika seseorang mau mengasah
potensi yang dimiliki sebaik-baiknya maka akan menghasilkan prestasi yang luar
biasa.
Keberhasilan seorang anak tentu tidak lepas dari bantuan
orang-orang di sekitarnya. Seperti Vygotsky yang berpendapat bahwa perkembangan
anak dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini,
orang-orang terdekat sangat mempengaruhi apakah anak akan berkembang atau
tidak. Semakin dini anak distimulasi dan didorong, maka anak akan semakin dapat
mengembangkan potensinya secara optimal.
Akeelah yang sejak balita mulai mengeja, sadar bahwa dirinya
memiliki potensi atau kecerdasan berbahasa yang sangat baik terutama dalam
mengeja. Namun karena lingkungannya yang kurang mendukung dan tidak peduli membuat
Akeela tidak percaya diri untuk mengikuti spelling
bee. Teman-temannya selalu mengejek dan mengatakan bahwa Akeelah tak
sepintar orang-orang yang berkulit putih. Bahkan ibunya pun melarang Akeela
untuk mengikuti perlombaan tersebut. Akan tetapi, dengan kutipan yang
dikenalkan oleh Dr. Laarabee mampu menumbuhkan percaya diri Akeela. Apalagi
setelah berhasil lolos di tingkat distrik, Akeelah semakin sadar bahwa dia memiliki
potensi yang luar biasa. Dengan berusaha keras dan dukungan yang didapat dari
orang-orang di dekatnya Akeelah membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi
pemenang. Akeelah membuktikan bahwa orang berkulit hitam pun memiliki potensi
yang sama dengan orang-orang berkulit putih. Setiap orang memiliki potensi yang
sama untuk menjadi pemenang tanpa mengenal warna kulit maupun suku bangsa.
Kutipan yang sangat menarik dalam
film “Akeelah and The Bee (2006)”, ini adalah:
“Our deepest fear is not that we are
inadequate
Our deepest fear is that we are
powerful beyond measure
We ask our selves, ‘Who am I to be
brilliant, gorgeous, talented and fabulous?’
Actually, who are you not to be?
We were born to make manifest, the glory of God that is
within us
And as we let our own light shine, we unconsiously give
other people permission to do the same.”
Hal ini berarti bahwa kita diberkahi oleh Tuhan dengan
potensi yang luar biasa. Kita ingin menjadi seperti apa, kita sendiri yang
menentukannya. Kemampuan bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Kita memiliki
kesempatan yang sama untuk melakukan sesuatu.
Jika kita tidak takut untuk mencoba, maka kita mampu melakukan apapun yang kita
inginkan. Jika kita mau berusaha, kita bisa menjadi orang yang brilian, cantik,
berbakat, dan menjadi orang hebat. Oleh karena itu, seperti halnya Akeela,
marilah kita kembangkan potensi yang kita miliki, manfaatkan kesempatan yang
ada, dan tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa. Potensi membuatmu bersinar, dan
biarkan sinarmu menerangi dunia. Let your
own light shining the world!

Harrah's Resort Atlantic City - Dr. Maryland
BalasHapusHarrah's Resort 울산광역 출장안마 Atlantic City is 구리 출장샵 conveniently located at the Boardwalk, and 전주 출장샵 it's not difficult to see why. The casino has over 전라남도 출장마사지 2,000 slot machines, which 목포 출장안마 make up the largest